Tahukah Anda Sejarah Bahasa Indonesia?
Tahukah Anda Sejarah Bahasa Indonesia?

Tahukah Anda Sejarah Bahasa Indonesia?

Diposting pada

Bahasa Indonesia dulunya berasal dari bahasa Melayu yang lebih tepatnya pada masa kerajaan Sriwijaya. Bahasa melayu dulu dipakai sebagai:

  • Bahasa penghubung antar suku pada pelosok nusantara.
  • Bahasa perdagangan antar pedagang dalam suatu nusantara ataupun dari luar nusantara.

Bahasa melayu ini mudah sekali menyebar bersama dengan menyebarnya agama Islam di wilayah nusantara. Alasan yang kuat dari hal ini akibat bahasa melayu tersebut lebih mudah diterima oleh masyarakat nusantara sebagai fungsinya di atas yakni bahasa perhubungan antar pulau, antar suku, pedagang, antar bangsa dan juga antar kerajaan karena tidak mengenal tutur.

Adanya peninggalan-peninggalan kerajaan islam, baik yang berupa batu tertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujah, Aceh, berangka tahun 1380 M, dan hasil-hasil sastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti syair Hamzah Fansuri, hikayat raja-raja Pasai, sejarah melayu, Tajussalatin dan Bustanussalatin adalah bukti bahwa perkembangan bahasa Melayu benar adanya.

Bukti peninggalan lain adalah ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi).

Prasasti-prasasti tersebut ditulis dengan menggunakan huruf Pranagari berbahasa Melayu kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya saja karena di Jawa Tengah (Gandasuli) pun ditemukan prasasti berangka tahun 832 M. Selain itu di Bogor juga ditemukan dan di prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu kuna ini.

Pada tahun 1954 di kota Medan terciptalah keputusan Kongres Bahasa Indonesi II yang menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.

Baca Juga : Pengertian, Sejarah dan Fungsi Komputer

Terdapat dua jenis bahasa Melayu yakni:

1. Melayu Pasar

Bahasa melayu ini sangat lentur, mudah dipahami, dimengerti dan lebih ekspresif. Meskipun toleransi terhadap bahasa ini lebih besar dan menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya.

2. Melayu Tinggi

Bahasa melayu ini dulu dipakai oleh keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Jawa dan Semenanjung Malaya. Jenis ini tergolong lebih sulit karena penggunaannya sangat halus, penuh sindiran dan tidak begitu ekspresif seperti Melayu pasar.

Memang tidak dipungkiri bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang pesat awalnya dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu telah digunakan sebagai bahasa perhubungan dengan istilah lingua franca. Bahasa ini dipakai tidak hanya di kepulauan nusantara saja tetapi hampir di seluruh Asia Tenggara. Tidak heran dalam penggunaan bahasa Melayu ini menjadu bahasa transaksi perdagangan internasional yang dipakai oleh berbagai suku bangsa Indonesia dengan para pedagang asing atau dari luar pulau Indonesia.

Mengapa bahasa melayu dipilih menjadi bahasa nasional bagi negara Indonesia dibandingkan bahasa lainnya:

Alasannya karena dibandingkan bahasa lain seperti contohnya bahasa Jawa, bahasa melayu lebih mudah diterima bukan hanya secara fonetis dan morfologis tetapi, juga secara leksikal. Bahasa Jawa yang diketahui memiliki berbagai macam morfem leksikal dan beberapa ada yang bersifat gramatikal.

Mengapa bahasa melayu lebih diterima dari pada bahasa jawa, tidak hanya secara fonetis dan morfologis tetapi juga secara reksikal, seperti diketahui bahasa jawa mempunyai beribu-ribu morfen leksikal dan bahkan beberapa yang bersifat. Faktor paling penting lainnya ialah bahwa bahasa melayu mempunyai sejarah panjang sebagai lingua Franca.

Bahkan ada sebuah alasan yang kurang logis bahwasanya bahasa melayu ini adalah bahasa yang kurang berarti /jarang dipakai. Di negara Indonesia sendiri bahasa melayu ini hanya digunakan oleh penduduk kepulauan Riau, Linggau dan penduduk di daerah pantai-pantau di seberang Sumatera.

Menginjak tahun 1928 bahasa melayu semakin mengalami perkembangan yang signifikan. Pada tahun tersebut sekelompok pemuda dari berbagai pelosok nusantara berkumpul dan melakukan rapat pemuda. Para pemuda tersebut melakukan ikrar yang dikenal dengan nama sumpah pemuda.

Bunyi ikrar sumpah pemuda adalah:

  • Bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
  • Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan 3. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Unsur yang ketiga dari ikrar Sumpah Pemuda menjadi sebuah pernyataan dan tekad bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa Indonesia. Sehingga pada tahun 1928 inilah, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928 bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Kebangkitan nasional turut serta andil dalam mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Selain itu adanya peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia.

Di tahun 1945 tepatnya pada tanggal 18 Agustus bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara, karena pada saat inilah Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Begitulah sejarah lahirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang dipakai oleh seluruh masyarakat Indonesia atau sebagai bahasa Nasional.

Baca Juga : Sejarah dan Asal Usul Kerajaan Ternate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *